Wednesday, September 5, 2012

miu miyuki (@miyukiez) has shared a tweet with you

Published with Blogger-droid v2.0.9

jenuh

Kejenuhan yang kurasakan akhir-akhir ini. Entah kenapa rasanya terasa bosan sekali dengan semua ini. Atau memang sudah saatnya ku akhiri semua ini. Atau memang aku tak boleh memaksa diri ini untuk terus disini. Yaaa.... Lelah yang luar biasa yang aku rasakan. Antara jiwa dan raga menjadi satu. Memang tak boleh mengeluh,karena toh di mana-mana bekerja memang capek. Yaaa.... Mudah2 han aja bisa kujalani sampai saat berakhir itu tiba.

Published with Blogger-droid v2.0.9

notitle

Keep it.....

Published with Blogger-droid v2.0.9

Haaaaa

Published with Blogger-droid v2.0.9

Saturday, April 16, 2011

MUNAJAT

Malam sudah larut, dinihari sudah hampir, angin dingin sahara berhembus dalam kesepian. Bukit2 batu, rumah2 tanah, pepohonan semua tak bergerak; berdiri kaku dalam rangkaian silhuet. Tapi ditengah Masjidil Haram, seorang pemuda berjalan mengitari ka’bah sambil bergantung pada tirainya. Matanya menatap langit yang sunyi. Tak seorang pun berada disitu, kecuali Thawus Al-Yamani, yang menceritakan peristiwa ini kepada kita.
Thawus mendengar pemuda itu merintih:
 
Tuhanku, gemintang langit-Mu telah tenggelam
Semua mata makhluk-Mu telah tertidur
tapi pintu-Mu terbuka lebar, buat pemohon kasihmu.
Aku datang menghadap-Mu memohon ampunan-Mu
kasihilah daku
perlihatkan padaku wajah kakekku Muhammad SAAW pada mahkamah hari kiamat. (kemudian ia menangis)
Demi kemuliaan dan kebesaran-Mu Maksiatku tidaklah untuk menentang-Mu
Kala kulakukan maksiat kulakukan bukan karena meragukan-Mu
bukan karena mengabaikan siksa-Mu
bukan karena menentang hukum-Mu
Kulakukan karena pengaruh hawa nafsuku
dan karena Kau ulurkan tirai untuk menutub aibku.
Kini siapakah yang akan menyelamatkan aku dari azab-Mu
kepada tali siapa aku akan bergantung,
kalau Kau putuskan tali-Mu malang nian daku
kelak ketika bersimpuh dihadapan-Mu
kala si ringan dosa dipanggil : jalanlah! kala siberat dosa dipanggil : berangkatlah!
Aku tak tahu apakah aku berjalan dengan si ringan atau dengan si berat.
Duhai celakalah aku bertambah umurku dan bertumpuk dosaku
tak sempat aku bertobat kepada-Mu
sekarang aku malu menghadap pada-Mu. (ia menangis lagi)
Akankah Kaubakar aku dengan api-Mu wahai Tujuan segala kedambaan lalu,
kemana harapku kemana cintaku
Aku menemui-Mu dengan memikul amal buruk
dan hina diantara segenap makhluk-Mu tak ada orang sejahat aku. (ia menangis lagi)
Mahasuci Engkau
Engkau dilawan seakan-akan engkau tiada
Engkau tetap pemurah seakan-akan Engkau tak pernah dilawan
Engkau curahkan kasih-Mu kepada makhluk-Mu seakan-akan Engkau memerlukan mereka
padahal Engkau wahai Junjunganku tak memerlukan semua itu. (Kemudian ia merebahkan diri bersujud)
Thawus bercerita: Aku dekati dia. Aku angkat kepalanya dan kuletakan pada pangkuanku. Aku menangis sampai airmataku membasahi pipinya. Ia bangun dan berkata, “Siapa yang menggangu dzikirku?” Aku berkata, “Aku Thawus, wahai putra Rasulullah. Untuk apa segala rintihan ini? Kamilah yang seharusnya berbuat seperti ini, karena hidup kami bergelimang dosa. Sedangkan ayahmu Husain bin Ali, ibumu Fathimah Az-Zahra dan kakekmu Rasulullah SAAW. Ia memandangku seraya berkata,”Keliru kau Thawus. Jangan sebut-sebut perihal ayahku,ibuku dan kakekku. Allah menciptakan surga bagi yang menaati-Nya dan berbuat baik, walaupun ia budak dari Habsyi. Ia menciptakan neraka buat yang melawan-Nya walaupun ia bangsawan Qurasy. Tidakkah engkau ingat firman Allah-Ketika sangakala ditiup, tidaklah ada hubungan lagi diantara mereka hari itu dan tidak saling tolong-menolong. Demi Allah esok tidak ada yang bermanfaat selain amal shaleh yang telah engkau lakukan.”
Yang diceritakan Thawus dalam riwayat ini tidak lain Imam Ali Zainal Abidin as. Imam keempat dalam rangkaian imam Ahli Bait Al-Mushtafa yang terkenal sebagai As-Sajjad, yang banyak bersujud. Doa-doanya dikumpulkan dalam ah-Shahifah As-Sajjadiyah; berisi kalimah-kalimah yang indah dan mengharukan. berbeda dengan doa doa yang biasa kita ucapkan, doa-doa As-Sajjad lebih merupakan ‘percakapan ruhaniyah’ dengan Allah SWT.
Doa-doa yang biasa kita baca biasanya berisi perintah2 halus kepada Allah SWT seperti “ya Allah, berilah daku rizki, panjangkan usiaku, naikkan pangkatku, dll”. Doa diatas berisi kesadaran akan kehinaan diri dan kemuliaan Allah, kemaksiatan diri dan kasih sayang Allah. Doa-doa As-Sajjad lebih mirip rintihan ketimbang permohonan. Kalimah-kalimahnya lebih mirip hubungan cintakasih antara hamba dengan Tuhan, ketimbang hubungan kekuasaan.
Ada dua cara memandang Tuhan. Kita dapat memandang Dia sebagai Zat yang jauh dari kita, berbeda sama sekali dengan kita,memiliki sifat mukhalafat lil-hawadits, mempunyai jarak dengan makhluk-Nya.

WANITA......

Wanita...

Dahulu dirimu tiada nilainya
Kau ditanam jika rupamu tidak rupawan
Kau dibesarkan jika memiliki raut wajah kecantikan
Sebagai pemuas nafsu dan barang daganganKetika kau dewasa kelak... 
 
 

Wanita...

Diangkat martabatmu ke tahap tertinggi

Selepas Islam tersebar
Dipertahankan hakmu dan Islam membelamuDari terus dirosakkan oleh lelaki yang bertuhankan nafsu... 
 
 

Wanita...

Sebaik-baik wanita adalah wanita solehah

Kau dijamin memasuki syurga terlebih dahulu sebelum suamimu
Telah dijanjikan nikmat-nikmat yang baik untukmu
Kerana kau menjaga kesucian dan harga dirimuDan juga cintamu pada Tuhan-Mu... 
 
 

Wanita...

Kau memiliki kelembutan

Kelembutanmu mampu menggoncang dunia
Kelembutanmu mampu mencairkan dan mendamaikan para lelaki
Seperti mana damainya Firaun tatkala ditenangkan oleh AsiahKetika Musa ingin dibunuh olehnya(Firaun)...
 
 

Wanita...

Kau tahu dirimu begitu berharga

Kau tahu dirimu begitu bernilaiKau juga tahu kesucianmu begitu berharga... 
 
 
TETAPI...
 

Mengapa kau berikan mahkotamu bukan pada suamimu?
Mengapa kau rela menggadaikan maruahmu kerana wang ringgit? 
 

Adakah kau lupa?

Wanita adalah yang terbanyak sekali menghuni Neraka ALLAH! 
Adakah kau lupa?Janji ALLAH itu pasti...
 
Wanita...
Mengapa kau berasa takut dan malu
Selepas nafsumu dipenuhi
Mengapa baru terbit sifat malumu
Ketika kau mendapati dirimu telah hamil
Hasil perbuatan kejimu
Dan kemudiannya kau mengambil jalan pintas
Menggugurkan kandunganmu
Membunuh anakmu
Membuang bayi kecilmu yang tidak mengerti apa-apa
Walaupun zahirnya anak itu adalah hasil di luar pernikahan... NAMUN...
 
 
 

Ingatlah...

Setiap anak yang lahir di dunia ini fitrahnya adalah suci

Ibarat kain putih yang bersihIbu bapalah yang akan mencorak anak itu... 
 
 

Tetapi...

Hakikatnya
Kau membuang zuriatmu
Zuriatmu yang akan mendoakan kesejahteraanmu
Ketika kau hidup,dan ketika kau sudah tiada
Kau membuang zuriatmu di tempat-tempat yang berbahaya
Menjadi santapan kepada haiwan-haiwan liarYang sentiasa berkeliaran di mana-mana...
 
Wanita...
Sedarlah...
Sedarlah dari mimpi-mimpi yang tidak pasti
Jangan kau biarkan dirimu disentuh oleh kumbang-kumbang larangan
Yang hanya ingin menghirup madumu
Dan meninggalkanmu selepas ia merasa puas... 
Wanita...
Ingatlah dirimu begitu berharga
Biarlah kau dikatakan sombong
Asalkan kau tahu mana baik dan buruknya
Demi menjaga maruah dirimu
Jangan sekali kau serahkan jiwa dan ragamu
Kepada kekasihmu...Kerana belum tentu ia akan menjadi suamimu...
 
Wanita...
Ingatlah sang lelaki amat bijak bermain kata-kata
Mereka amat bijak dalam tipu daya
Mereka akan berusaha mencapai apa yang mereka hajati
Sehingga mereka jemu dengan apa yang telah mereka rasai... 
Wanita...
Tidakkah kau sedar semua ini
Mengapa kau masih bergembira dengan kekasihmu
Tidakkah kau sedarDirimu sentiasa dalam pengawasan Tuhan-Mu?
 
Wanita...
Sedarlah...
Jangan kau mengikut jejak Jahiliyah
Hargailah dirimu yang tinggi d sisi islam
Hargailah mahkotamu yang sangat berharga
Insaflah dengan perbuatan silammu
Masih belum terlambat untuk segalanya
Kerana Tuhan-Mu itu Maha Pengampun,Lagi Maha Mengasihani... 
Wanita...
Labuhkanlah cintamu kepada Tuhan-Mu
Kerna Tuhan-Mu akan lebih mencintaimu
Dan Dia akan memberi kepadamu cinta yang sebenar... 
Wanita...
Hiasilah dirimu dan jagalah peribadimu
Semoga dirimu berjaya menjadi wanita yang solehahDan disayangi oleh Tuhan-Mu...
 
 
 
 
SUMBER: ISLAM ITU INDAH
 

Tuesday, April 12, 2011

KECANTIKAN HAKIKI WANITA

Mendengar kata cantik, mungkin benak kita langsung membayangkan sosok
tinggi- langsing, berkulit halus-lembut, dan memiliki wajah seindah purnama. Persis seperti model iklan kosmetika di televisi. Berjuta- juta perempuan dengan wajah pas-pasan iri dan tergoda mencoba kosmetika tersebut. Apalagi narasi ikl...an sering menggambarkan begitu banyaknya laki-laki tampan tertarik padanya. Secara tak langsung iklan tersebut berkampanye; seperti inilah perempuan idaman laki-laki.

Kebanyakan orang menilai cantik tidaknya perempuan hanya dari fisik semata. Dan beruntunglah mereka yang dianugerahi rupa seindah mutiara. Tapi, bagaimana dengan mereka yang punya jasmani pas-pasan?
Betapapun mereka sudah menggunakan kosmetik mahal, sulit menandingi perempuan yang sejak lahir sudah cantik.

Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut.

Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:

1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.

Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet
alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.

2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria

Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.

3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya

Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.

4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.

Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh
orang-orang di sekitarnya

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya

Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik.

Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan mejadi istri dan ibu yang baik.

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia

Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.
8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.

Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi,
tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.

Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat. Mudah caranya, murah biayanya.

Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantik an ini sifatnya abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih?
Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?

Sumber: "Ya Ma'syaru Ar-Rijaal, Rifqan bin An-nisaa